PUISI TUAN DENGAN SEGALA MAHA ITU

Tuan Dengan Segala Maha Itu
Karya Aisyah Ziyan Faradis

Belum tampak senandung trompet-Mu
Tapi sudah usang anggokan putihku
Kutulis dikala sajak semesta riuh

Catat, gugur bumantaraku atas mayat penuh bajik nan fasik
Terbangai di palung lahat
Hibaan-Mu

Wahai Surya yang memasrah waktu
Dan auriga...
Lihatlah predestinasi yang dilukis atas sepasang debu
Memorabilia nan reminiseri dipetuahkan bak hibat
Untuk Pertiwiku

Sendu yang anarkis, dibuat sajian gaib
Didepak duka sabagai lara

Tuan segala Maha-Nya
Yang tak punah, yang tak fana
Yang kekal nan yang abadi

Semesta!! Apa ini?? Dasar rembas!!!
Jiwaku tangkup, membunuh dengan menganga
Tentang pilu yang meronggok jantungku

Sedan mataku
Diikat semesta yang lapuk
Dikunyah, ditelan rapat-rapat

Rindu kasih, rindu warta, nan rindu sosoknya
Tak salah pula langit menampar
Mengutuk Raung mukanya
Jika waktu hanya penafsir semu

Tuan...
Segala yang tercipta...
Fana

Pasuruan, 20 April 2020

Nb: Dilarang Plagiasi!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SURGA IMPIAN

PUISI TERUK PARUKU

PUISI MERINDU