Postingan

PUISI JANJI BAKTI NEGERI

 -Janji Bakti Negeri- Karya Aisyah Ziyan Faradis Tujuh puluh lima tahun, merdeka negeriku Daku berkisah atas pertiwi Tumbuh dalam degup jantung Mengecap nan mendobrak relung hati Kian aortaku tak berkompromi Dengar ranah yang bergetar Sebab tempo lama Amblaskan anak negeri Reminisensi proklamasi Bertalun baurkan derek penuh aksi Untuk janji bakti negeri Demi ibu pertiwi Kibar merah putih nan senandung melodi “INDONESIA RAYA” Kusuarakan “Aku Putera Bangsa!” “Daku aset bangsa!” Apa yang bisa kau janjikan? Emas..? perak..? atau berlian..? Bukan-* Tapi vitalitas kobar juang Zamrud khatulistiwa Harga mati kupersembahkan Janji bakti kuberikan Aku, kau, dan kalian #INDONESIA Dirgahayu Republik Indonesia Nyala, abadi nan jaya Semangatmu* Semangatku* Untuk Indonesia #75_Tahun_Indonesia_Maju# Pasuruan, 17 Agustus 2020 Nb : Dilarang Plagiasi!!

PUISI MERINDU

Merindu Karya Aisyah Ziyan Faradis Sabtu ini Kuingin menuai cerita Kala desir angin beraroma cinta Merayau Sira yang kudamba Pikirku.. rindu sebeluntas candu Melihatmu saja suah deru Kala batin terpaku Temu, kuingin bertemu dalam hibuk rasianku Singkat saja!! luangkan waktumu mengingatku.. Tapi apa daya jarak mendinding cadaskan kalbumu Teruntukku yang cukup merindu akan dirimu Datanglah.. Pasuruan, 05 Juli 2020 Nb : Dilarang plagiasi!!!*

PUISI DATANG MINGGU

Datang Minggu Karya Aisyah Ziyan Faradis Cita itu anarkis Bisakah kiranya berkering? Gamitan dalam faal nan ilusi Kucari sejenak istirah Namun peri apakah yang menenggelamkanmu Alam sunyi, dalam hibuk kerja  Mimpi Tiada Katakan burung-burung pagi berkelana di putih raya Namun kota dibangun dari terik nan kilau murung matahari Sejenak mendongakkan kepala Minggu ini telah tiba Pasuruan, 22 Maret 2020 Nb: Dilarang Plagiasi!!!

PUISI SENJA AKHIR TAHUN

Senja Akhir Tahun Karya Aisyah ZiyanFaradis Senja Mulai hilang Melalang, merubah isi tawa Waktu yang surut mulai merenggut Tak berkisah jatuh Namun ronanya mulai pendar Kala senja mulai berebut usia Lepas sudah gelapnya Penghujung titian akhir tawa Bangil, 31 Desember 2019 Nb: Dilarang Plagiasi!!!

PUISI TERUK PARUKU

TERUK PARUKU Oleh Aisyah Ziyan Faradis Hijau menyebar Merimbun dalam asa Jatuh tak bernyawa Kepaknya mulai berkelana Tapi kemarau membuncah Satwa merontah Ingin dikawal Tangis tiap tawa Terpasung dalam tanah Hilang nyawa Ricuh Cumbu Tumbuh tiap sudut Cambuk bagiku Ulahmu! Cemarmu! Gersang paruku Teruk napasku Hamba dicemar Hamba dibuang Pohon tumbang melalang Akar mulai menghilang Lebur jadi arang Meringkuk terbujur awang Nyanyiku pilu tak berdendang Oh duniaku yang malang Pasuruan, 15 September 2019 Nb: Dilarang Plagiasi!!!

PUISI SUMPAH SAKTI

SUMPAH SAKTI Karya Aisyah Ziyan Faradis Lagumu mencekam membara tiap asa Pamormu meredup tiap telan napas Retorika dimana-mana, minta keadilan… Bombardir jadi pacuan, lebur jadi arang Langkahmu seribu nyawa Semangatmu menggelora Merangkul jahitan luka Jangan jadi issu, jangan jadi lesu.. Sumpahmu bangkit jiwaku Frasamu bergetar Meraup duka lara Tulus sumpahmu tulus Janjimu… Sudah cukup banyak nyawa Sudah cukup banyak darah Untuk arti merdeka Pasuruan, 07 Oktober 2019 Nb: Dilarang Plagiasi!!!

PUISI PINTAKU TERLINTANG DOSA

PINTAKU TERLINTANG DOSA Karya Aisyah Ziyan Faradis Jalinan kata menepis masa kelamku Cibiran, ujaran busuk laksana badai menggugah sela kalbu Apa daya lisan tak mampu berontak Tinta hitam tumbuh dalam separuh jiwaku Kegelapan menaungi kesepian yang semu Kemana kubuang raga nan jiwa ini Jika sinar tak datang…, apa yang kutuju… Ku tersisih dalam sorot irama-Mu Tolong hapuskan…, hapuskan dosaku… Haruskahku menghilang dalam sajak-Mu Haruskahku menunggu ajal penantian Ku tengadahkan tangan tanpa nyawa Tangisku tak bersuara Bulir air menyapu indraku Aku bak raga tanpa jiwa Taburan bintang menggulung senduku Hingga bayangan malam menjadi saksi bebanku Kepuasan dunia telah merobohkan imanku Hanya satu…, perkenankanlah pintaku… Jangan tiadakan doaku karena dosaku Sungguh lisan tak dapat bercakap Hanya mata hati meraba dalam ketukan doa Jika kata tak dapat menembus sisi-Mu Mungkin pintaku terlintang dosa Pasuruan, 17 Maret 2019 Nb: Dil...