PUISI KOTA MATI
KOTA MATI
Karya Aisyah Ziyan Faradis
Dalam
semesta galaksi-Mu Kau ciptakan sebuah dunia nyata indah nan elok
Di
tembok-tembok khatulistiwa-Mu terdapat sejuta angan bulir-bulir doa yang
ditengadahkan
Demi
melihat sebuah metamorfosis
Ketika
Sang raja pagi mulai menenggelamkan suryanya dalam pelabuhan senja
Pinta
sebagai titik penghujung hidupnya
Apa
yang ditengadahkan…, apa yang dipinta…
Yahhh…,
tak lain sebuah revolusi
Keheningan,
kesunyian bersatu padu dalam larutan gelapnya malam
Tiang-tiang
lentera tak dapat ditegakkan
Pilaran
api mulai merobohkan imannya
Angin
telah menusuk, menerobos seluruh lautan penjuru jalan
Hingga
hanya tersisa purnama-Mu yang berkilau di atas petala langit
Dinding-dindang
ilmu mulai runtuh dalam kedipan mata
Tangisan
anak bangsa menggejolak bumi pertiwi, bak maraknya hiruk pikuk kekejaman dunia
Tak
ada lagi senyuman anak negeri
Tak
ada lagi sebuah titihan pencerah tuk merevolusi kota ini
Kemana
angan kita akan berlabuh…
Di
mana kita gantungkan sepucuk maklumat ini…
Kemanakah
para pemimpin yang menjanjikan syair-syair pujangganya…
Tidak…,
kota ini harus bangkit
Sejarah
tak boleh menulis ukiran hitam dalam tintanya
Hanya
satu tekad merubah gelora keterpurukan menjelma keberadaban
Nb: Dilarang Plagiasi!!!
Komentar
Posting Komentar