PUISI KOTA MATI


KOTA MATI
Karya Aisyah Ziyan Faradis

Dalam semesta galaksi-Mu Kau ciptakan sebuah dunia nyata indah nan elok
Di tembok-tembok khatulistiwa-Mu terdapat sejuta angan bulir-bulir doa yang ditengadahkan
Demi melihat sebuah metamorfosis

Ketika Sang raja pagi mulai menenggelamkan suryanya dalam pelabuhan senja
Pinta sebagai titik penghujung hidupnya
Apa yang ditengadahkan…, apa yang dipinta…
Yahhh…, tak lain sebuah revolusi

Keheningan, kesunyian bersatu padu dalam larutan gelapnya malam
Tiang-tiang lentera tak dapat ditegakkan
Pilaran api mulai merobohkan imannya
Angin telah menusuk, menerobos seluruh lautan penjuru jalan

Hingga hanya tersisa purnama-Mu yang berkilau di atas petala langit
Dinding-dindang ilmu mulai runtuh dalam kedipan mata
Tangisan anak bangsa menggejolak bumi pertiwi, bak maraknya hiruk pikuk kekejaman dunia

Tak ada lagi senyuman anak negeri
Tak ada lagi sebuah titihan pencerah tuk merevolusi kota ini
Kemana angan kita akan berlabuh…
Di mana kita gantungkan sepucuk maklumat ini…
Kemanakah para pemimpin yang menjanjikan syair-syair pujangganya…

Tidak…, kota ini harus bangkit
Sejarah tak boleh menulis ukiran hitam dalam tintanya
Hanya satu tekad merubah gelora keterpurukan menjelma keberadaban

Pasuruan, 23 Maret 2019 


Nb: Dilarang Plagiasi!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI SURGA IMPIAN

PUISI TERUK PARUKU

PUISI MERINDU